Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Artikel Islam. Tampilkan semua postingan

Minggu, 26 Mei 2013

Artikel Islami

Kesucian Dalam Genggamanku

Kesucian dalam genggamanku, aku jaga kemuliaan jilbabku
Dengan keterjagaanku, menggungguli orang-orang sebayaku
Dan dengan pikiran jenius dan tabiat kritis, sempurna sudah adabku
Adab dan jenjang studiku tidak merugukan diriku
Selain aku menjadi kembang orang-orang berakal
Rasa maluku tidak menghalangiku meraih kemuliaan
Tidak pula juntaian kerudung dikepalaku dan cadarku



Saudariku

Jangan engkau singkap kerudungmu agar engkau tak menyesal
Jaga kecantikanmu jika engkau menginginkan kehormatan
Agar tak menginginkanmu “macan” yang paling dekat pun
Jangan berpaling dari petunjuk Rabb sedetik pun
Gigit kuat-kuat sepanjang hayatmu supaya engkau beruntung
Tiadalah Rabbmu lalim dalam membuat syariat-Nya
Pegang teguhlah agar engkau selamat
Kemajuan dalam ketelanjangan bukan milik orang Islam
Busana tabarruj jika engkau menginginkan, berharga murah
Sedang kesucian butuh pengorbanan untuk membelanya
Jangan engkau perlihatkan kecantikan ini pada manusia
Selain pada suami, atau kerabat yang mahram
Aku tak ingin melihatmu berbuat bodoh
Kebenaran wahai saudariku adalah bila engkau belajar
Tapi tak jemu-jemunya aku mengatakan
Saudariku, wahai putri al-khalil milikilah rasa malu

Referensi: Muhammad Syarif Isham, 2004, Saat Jilbab Terasa Berat, Semanggi: WIP (Wacana Ilmiah Press)


Tak Akan Aku Robek Jilbabku


Tak Akan Aku Robek Jilbabku

Tidak, tak kan ku robek wahai orang kotor, jilbabku
Padanyalah aku diperintah oleh Sunnah dan Kitab
Bahkan aku akan menjaganya dan melindunginya
Dengan penuh perhatian dan akan menjadi bagian adabku
Aku akan cabik-cabik kaum fasik yang berusaha
Menyakiti agamaku, Sunnah dan Kitabku
Apakah engkau menginginkanku wahai orang terlaknat tak berbusana
Dan melepas kehormatan sehingga menjadi santapan anjing-anjing?
Apakah engkau menginginkanku mengoyak kesucianku
Dan keluar agar kalian bisa menikmati masa mudaku?
Aku tidak merana dan aku tidak hidup dalam
Kegelapan seperti anggapan orang yang keluar dari agama lagi pendusta
Sungguh aku pegang teguh Al-Qur’anku sepanjang masa
Betapa di dalamnya banyak pelajaran dan ucapan
Qur’an sumber ajaranku dan di dalamnya tersimpan petunjukku


Kemuliaan tercantum dalam surat An-Nur dan Al-Ahzab

Referensi:
Muhammad Syarif Isham, 2004, Saat Jilbab Terasa Berat, Semanggi:WIP (Wacana Ilmiah Press)

Aku Tak Peduli


Aku Tak Peduli

Terserah apa kata mereka tentang jilbabku
Demi Rabb, aku tidak akan peduli
Jilbab melambangkan keperwiraan dan agamaku
Dan rasa maluku pada Dzat Maha Agung
Perhiasan abadiku adalah rasa maluku
Dan rasa maluku adalah hartaku
Sering aku melihat manusia mencemoohku
Saat berbicara dan bertanya kepadaku
Bagaimana engkau telah menyembunyikan kecantikan
Dibalik tirai kesombongan jilbab
Dengarkan dunia menyerumu
Agar engkau berhias dan menjalin hubungan
Aku menjawab, aku bukan pelacur
Bagaimana mungkin aku memamerkan kecantikan?!
Setelah mendapat petunjuk Ilahiku
Bagaimana mungkin aku berjalan menuju kesesatan?!

Referensi:
Muhammad Syarif Isham, 2004, Saat Jilbab Terasa Berat, Semanggi:WIP (Wacana Ilmiah Press)

Gadis Muslimah


Gadis Muslimah

Aku seorang gadis muslimah terjaga dan mulia
Suci dan menyandang rasa malu
Terhormat di tengah-tengah manusia
Dengan agama dan akhlak serta iffahku yang teguh
Aku raih  segala kehormatan
Aku berjalan ke depan di atas petunjuk islam
Tuntunan kitab yang luhur aku selalu menetapinya
Agama telah melarang tabarruj yang buruk
Aku bangga dengan jilbab
Aku jalani dengan penuh kesenangan
Aku memiliki teladan sepanjang masa
Yakni para ibunda kaum mukminin
Wanita-wanita sholihat di setiap masa
Aku telah menuntut ilmu
Sebagai petunjuk hidup dan kepahaman
Esok hari aku akan menjadi ibu
Akan ku bangun kehidupan yang berharga
Aku ajari generasi-generasi muda
Aku tumbuhkan pahlawan-pahlawan
Aku bangkitkan cita-cita
Yang terwujud dalam umatku

Referensi:
Muhammad Syarif Isham, 2004, Saat Jilbab Terasa Berat, Semanggi:WIP (Wacana Ilmiah Press)


Saat Jilbab Terasa Berat


Beberapa Faktor Penting yang menyebabkan wanita bertabarruj (Memamerkan Diri)

            Pengertian jilbab tidak terpaku pada nama, jenis dan tidak pula warnanya. Jilbab adalah setiap baju yang dikenakan wanita untuk menutupi seluruh tempat-tempat perhiasan. Berjilbab lebih dari sekedar mengenakan kerudung yang bisa menutupi dada, karena jilbab bisa memuat seluruh tubuh wanita dan menyembunyikan semua perhiasan yang menempel diraganya, atau menggambarkan body tubuhnya. Sebab itu, busana yang menggambarkan lekuk tubuh haram ia kenakan di hadapan lelaki asing.
            Wajib wanita mengenakan jilbab syar’i saat ia telah menginjak usia baligh, maka haram baginya bertabarruj.
            Kata tabarruj bila diperuntukkan wanita, memiliki tiga pengertian:
a.       Menampakkan wajah dan kemolekan tubuh pada laki-laki asing.
b.      Menampakkan keindahan perhiasan dan busana
c.       Memamerkan diri dengan berjalan lenggak-lenggok dan sombong.
Sedang tren tabarruj dan menampakkan perhiasan serta emas yang sangat digemari para wanita jaman ini, mereka keluar rumah dalam keadaan menimbulkan fitnah dan terkena fitnah, membuka kepala, leher, betis atau lengan. Itu termasuk tindak kemungkaran terbesar dan menyelisihi syariat, pun mengundang kemungkaraan, hukuman dan turunnya siksa Allah.
Secara umum, perhiasan memiliki tiga pengertian:
Ø  Pakaian yang indah
Ø  Perhiasan (emas, permata, dll)
Ø  Segala yang dikenakan wanita untuk memperindah kepala, wajah dan organ-organ tubuh lain yang pada zaman ini lebih populer dengan sebutan “make up”.
Ketiga jenis ini termasuk perhiasan wanita yang tidak boleh di perlihatkan pada kaum laki-laki selain yang dikecualikan Allah.
Beberapa faktor penting yang menyebabkan Wanita bertabarruj
1.      Tiadanya rasa takut kepada Allah. Manakalah wanita kembali menyandang busana takwa kepada Allah, berhenti dari semua larangan dan batasan-Nya serta ridak mendekatinya, kemudian menepati perintah-perinyah-Nya dengan melaksanakannya niscaya semua itu sanggup mengantarkannya pada akhlak malu dan iffah.
2.      Membeo dan mengikuti model busana yang datang dari bangsa barat dan timur. Sangat ironis, banyak kaum muslimat yang mencap sikap tidak menirudunia fashion wanita kafir dan munafik sebagai keterbelakangan dan ketertinggalan jaman.
3.      Semangat kompetisi di antara wanita-wanita muslimah dalam mengikuti perkembangan fashion dan memakai mode pakaian paling mutakhir.
4.      Tersedianya beraneka ragam model dalam dunia seni jahit-menjahit dan industri pakaian jadi. Para wanita begitu antusias menerima begitu saja berbagai model busana baru yang diluncurkan di rumah-rumah mode ini, agar dianggap sebagai orang nomor satu dalam mengikuti fashion dan memakai busana yang paling mewah.
5.      Peran para musuh islam dan jilbab secara khusus yang menempuh berbagai cara dalam upaya memberikan citra positif terhadap wanita yang tidak berjilbab, bahwa ia wanita modern berbudayadan generasi masa kini. Mengeksploitasi wanita tak berjilbab dalam berbagai program promosi dan iklan untuk meraih keuntungan materi baik lewat layar kaca, koran atau majalah dengan penampilan yang mampu melumpuhkan kesadaran wanita dan menyihir hati mereka yang hampa serta akal mereka yang linglung. Akibatnya, mereka menyukai tabarruj dan membenci hijab.
6.      Mandulnya tugas laki-laki dalam membimbing istri dan anak-anak perempuannya. Sehingga banyak rumah tangga yang tak lagi memiliki figur pemimpin yang bertakwa kepada Allah dalam urusan “rakyatnya”.


Referensi:
Muhammad Syarif Isham, 2004, Saat Jilbab Terasa Berat, Semanggi:WIP (Wacana Ilmiah Press)

Sabtu, 25 Mei 2013

Istri Sholehah

Membangun Sinergi Dalam Berumah Tangga


Berbicara mengenai wanita, mungkin ada yang beranggapan bahwa dalam Islam itu wanita di nomor duakan. Pandangan seperti itu tidak jelas tidak tepat. sebab dalam islam peran wanita justru sangat signifikan. Bahkan dalam sebuah keterangan dikatakan, "Surga itu berda dibawah telapak kaki ibu-ibu kalian." Hal itu jelas merupakan suatu penghargaan bagi kaum wanita.

Dalam riwayat juga dikisahkan, seorang sahabat bertanya kepada Rasulullah, "Ya Rasul, mana yang harus saya penuhi lebih dulu penghormatannya?" Rasul menjawab "Ibumu!!" Sahabat bertanya lagi, "Lalu?" Rasul menjawab "Ibumu!!" Sahabat bertanya lagi, "Lalu?" Rasul kemudian menjawab, "Ayahmu!" Ternayata Rasul menyebutkan tiga banding satu, tiga untuk ibu dan satu untuk ayah.

Dalam kaitan ini, sebaiknya kita harus benar-benar memahami bahwa bahwa dalam Islam wanita yang memiliki nilai adalah wanita salehah. Sebagaimana Sabda Rasulullah saw. "Dunia ini adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita salehah." (HR. Muslim)

Tentu sudah sepatutnya bila setiap stri bercita-cita menjadi wanita salehah. Oleh karena itu, banyak-banyaklah belajar dari lingkungan sekitar maupun dari orang-orang yang kita temui. Ambil ilmunya dari mereka. Bahkan kita bisa mencontoh istri-istri Rasulullah saw. Seperti Siti Aisyah ra. yang terkenal dengan kecerdasannya dalam berbagai bidang ilmu. Ia terkenal dengan kekuatan pikirannya. Seorang istri yang bisa dijadikan gudang ilmu bagi suami dan anak-anak.

Memang sungguh sangat beruntung bagi istri salehah di dinia ini. Sebab ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya dan berperan melahirkan denerasi dambaan. Kalau pun ia wafat, Allah akan menjadikannya sebagai bidadari di surga nanti. Oleh karena itu para pemuda jangan sampai salah memilih pasangan hidup. Pernikahan sebetulnya merupakan sinergi antara laki-laki dan wanita. Kelebihan yang dmiliki seorang istri dan sami adalah potensi yang sangat luar biasa sehingga anak-anaknya kelak harus lebih maju dibanding ibu bapaknya. Sementara kekuranagn dari keduanya harus senantiasa diperbaiki bersama.

Selayaknya, bila kita melihat seorang pelajar yang baik akhlaknya tutur katanya sopan, maka dalam bayangan kita tergambar dari seorang ibu yang telah mendidik dan membimbing anaknya menjadi manusia yang berakhlak. Tentu alangkah indahnya jika seorang ibu berupaya sekuat tenaga, mendidik anak-anaknya agar kelak menjadi cahaya bagi umat, penerang orang-orang yang berada dalam kegelapan, menjadi penyejuk bagi hati-hati yang gersang, menjadi penuntun bagi orang-orang yang sesat. Insya Allah, pahalanya akan mengalir pula kepada sang ibu.

Pada prinsipnya, Wanita salehah itu adalah wanita yag taat kepada Allah dan RasulNya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari beraneka aksesoris yang ia gunakan. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi fitnah bagi orang lain. Kecantikan memang bisa menjadi anugrah yang tidak ternilai. Akan tetapi jika tidak hati-hati, kecantikan bisa menjadi sumber masalah yang akan menyulitkan pemiliknya sendiri.

Bagi ibu-ibu yang katif bekerja diluar rumah, sadarilah bahwa ibu berhutang kepada anak-anak. Jangan sampai ank-anak mempunyai ibu, tetapi tidak merasa memiliki ibu. Jangan pernah mengharapkan imbalan dalam membesarkan dan mendidik anak, ikhlaskan semuanya. Insya Allah semuanya akan dibalas dengan sempurna oleh Allah swt. Jadilah seperti mata air yang jernih dan terus mengalir air yang sejuk ke segala arah tanpa mengharapkan air itu akan kembali.

Semoga Allah Yang Maha Mendengar dan Maha Melihat benar-benar membimbing bangsa kita ini untuk kembali membangun keluarganya. Para pemimpin yang terlahir di masa yang akan datang hanya bisa memimpin negri ini dengan baik kalau mereka terlahir dari keluarga baik-baik, yang menanamkan kemuliaan di rumahnya, menjadikan akhlak sebagai pilar, dan menjadikan ketaatan sebagai kenyataan termahalnya.

Referensi
Gymnastiar Abdullah, 2005, Sakinah Menajemen Qalbu Untuk Keluarga, Bandung: MQS Publishing.

Peran Istri Solehah

Bismillahirrahmanirrahim..


http://www.toko-abee.com/product/susu-kambing-gomars/

Saya mencoba mengulas kembali tentang Peran istri sholehah, Sebagai berikut:

  • Menjadikan Rumah Surga bagi Keluarga --> Rumah dibuatnya menjadi tempat yang paling menyenangkan bagi kelurga. Ketika suami letih pulang bekerja seharian disambut dengan suasana rumah yang nyaman dan wajah yang ceria serta penuh pesona. Sehingga rumah benar-benar menjadi penyejuk bagi keluarga setelah seharian menghadapi kerasnya kehidupan.
  •  Siap Menjadi Curhat Suami --> Seorang istri harus siap menjadi tempat curahan hati suami. Istri seharusnya memotivasi untuk terus berjuang. Bukannya malah mencaci suami atau terus ikut-ikutan mengeluh tanpa solusi. Semua ini hanya dapat dilakukan oleh seorang istri yang memiliki kekuatan iman dan hati yang ikhlas serta dapat menahan diri dari keinginan nafsunya.
  • Siap Melahirkan anak--> Kaum wanita dimuliakan kedudukannya di sisi Allah swt. Karena mereka ditakdirkan untuk mengandung dan melahirkan seorang anak manusia ke muka bumi ini. Seorang istri harus sadar bahwa anak merupakan investasi bagi keselamatan kedua orangtuanya di dunia dan akhirat serta cahaya penerang bagi orang lain. Sebab doa anak dapat mengangkat derajat kedua orangtuanya di hadapan Allah SWT. serta dapat menyelamatkan kedua orangtuanya dari siksa kubur dan api neraka.
  • Mendidik Anak--> Tetap menjaga, mendidik anak dan wajib dibekali dengan ilmu pengetahuan untuk masa depannya, baik itu ilmu pengetahuan umum apalagi agama yang membuatnya semakin bisa mengenal Allah